SEHARI SEMALAM DI PASAR SENI, KERIS JADI MEDIA EDUKASI DAN EKONOMI BUDAYA
- Dec 24, 2025
- INFO SIGAP
- BUDAYA
KIMINFOSIGAP - Paguyuban Selaparang Mandalika Keris menggelar kegiatan “Tenten Sejelo Sekelem” di Pasar Seni Sayang-Sayang, Minggu (21/12). Kegiatan ini memadukan aksi donor darah dengan aktivitas budaya perkerisan sebagai upaya menghidupkan kembali ruang seni sekaligus memperkuat jejaring komunitas budaya.
Ketua Panitia kegiatan Habibi, menjelaskan Tenten Sejelo Sekelem merupakan program jangka pendek kepengurusan baru yang dirancang tidak hanya sebagai agenda budaya, tetapi juga sebagai gerakan sosial kemasyarakatan.
“Sebagai komunitas budaya, kami merasa perlu hadir langsung di tengah masyarakat. Donor darah ini adalah bagian dari kontribusi sosial kami,” ujarnya.
Aksi donor darah dilaksanakan melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan telah disosialisasikan beberapa hari sebelumnya kepada jejaring komunitas serta penghubung agar partisipasi masyarakat dapat berjalan optimal.
Menurut Habibi, kegiatan sosial tersebut juga menjadi pintu masuk bagi agenda yang lebih luas ke depan, terutama penguatan peran komunitas sebagai ruang edukasi budaya.
Ke depan kami ingin mendorong edukasi perkerisan, termasuk masuk ke sekolah-sekolah,” terangnya.
Baca Juga: Empat ASN Pemkab Sumbawa dan 69 Pelajar Positif Narkoba
Selain donor darah, Tenten Sejelo Sekelem juga dirancang sebagai pasar singkat sehari-semalam yang melibatkan komunitas perkerisan dan batu mulia dari berbagai daerah di Pulau Lombok. Konsep ini diharapkan mampu menggerakkan UMKM berbasis budaya sekaligus memperkuat interaksi antarkomunitas.
Pemilihan Pasar Seni Sayang-Sayang sebagai lokasi kegiatan disebut sebagai bagian dari ikhtiar menghidupkan kembali ruang seni yang sempat kehilangan denyut aktivitas.
“Kami ingin pasar seni ini kembali ramai seperti dulu. Budaya harus diberi ruang, dan ruang itu perlu dihidupkan dengan kegiatan,” kata Habibi.