SAMPAH MAKANAN DI BONTANG TEMBUS 15 RIBU TON

  • Nov 19, 2025
  • INFO SIGAP
  • LINGKUNGAN

KIMINFOSIGAP - Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai bergerak menekan boros pangan. Pemerintah kota, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), meluncurkan gerakan Food Bank.

Arah geraknya, mengubah cara pandang masyarakat terhadap makanan berlebih. Dari yang semula dibuang, menjadi sesuatu yang dimanfaatkan

Gerakan ini menjadi program prioritas Pemkot Bontang. Kepala DKP3, Ahmad Aznem menyebut banyak makanan layak konsumsi yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal makanan itu masih bisa membantu banyak orang.

“Yang kita donasikan itu makanan layak. Bukan sisa,” ujar Aznem, didampingi Kabid Ketahanan Pangan Debora Kristiani, Jumat (14/11/2025)

Banyak makanan sebenarnya masih bisa dimanfaatkan untuk panti asuhan atau masyarakat yang membutuhkan. Sayang kalau langsung jadi sampah.”

Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkuat keprihatinan itu. Sebanyak 40 persen sampah yang masuk TPA adalah sampah pangan. Dalam setahun jumlahnya mencapai 15 ribu ton. Angka yang cukup untuk menjadi alarm bahwa pola konsumsi masyarakat harus berubah.

Food Bank tidak hanya bicara donasi makanan layak. Gerakan ini juga mendorong agar makanan yang sudah tidak layak tetap bisa bernilai guna. Bisa jadi pakan ternak. Bisa untuk ikan. Bisa diolah menjadi maggot yang kemudian dipakai lagi sebagai pakan. Bahkan bisa berubah menjadi kompos untuk urban farming.

Aznem menegaskan, pengurangan sampah pangan tak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Butuh banyak tangan. Perguruan tinggi. Perusahaan. Hotel. Restoran. Komunitas. Semua harus bergerak.