RRI AJAK GOTONG ROYONG JAGA WAYANG WARISAN DUNIA

  • Nov 29, 2025
  • INFO SIGAP
  • BUDAYA

KIMINFOSIGAP - Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Semarang sukses menggelar pagelaran wayang kulit pada Jumat (28/11/2025) dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional dan Hari Pahlawan. Acara ini menjadi penegasan komitmen kolektif antara RRI, pemerintah, dan komunitas seni untuk bergotong royong melestarikan wayang sebagai Warisan Budaya Dunia yang diakui UNESCO. 

Kepala LPP RRI Semarang, Atik Hindari dalam sambutan yang dibacakan oleh Ketua Tim Konten Media Baru, Setya Darawingrum menyatakan, RRI adalah “Rumah Rakyat Indonesia” yang menjadi tempat berekspresi bagi seniman dan masyarakat. "Peringatan Hari Wayang Nasional dan Hari Pahlawan ini diharapkan menjadi momentum kita bersama untuk memperkuat komitmen melestarikan kesenian wayang dan memupuk jiwa patriotisme dan nasionalisme,” katanya.

RRI Semarang menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang mendukung pagelaran, termasuk Dalang Muda berbakat Ki Amar Pradopo Slenk, S.I.Kom. beserta karawitan Putra Sleng Group, Karawitan anak SD Negeri 1 Sendangguwo. Selain itu, juga terhadap semua pihak yang turut berpartisipasi, termasuk tenant-tenant dan stan-stan UMKM. 

Hal ini didukung oleh Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sugeng Riyadi, yang menjabat sebagai Pamong Budaya Ahli Muda. Sugeng menekankan, wayang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, dan penetapan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 2018 adalah pengingat akan komitmen tersebut. 

"Kerja gotong royong kebudayaan ini tercermin pada malam hari ini. RRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki peran sebagai penyebarluasan informasi terkait budaya wayang itu sendiri," ujarnya. 

Ia pun mengucapkan selamat merayakan Hari Wayang Nasional kepada seluruh masyarakat. "Semoga dengan perayaan ini kita mengingat kembali komitmen bahwa kita tetap menjaga wayang sebagai Warisan Budaya Dunia dan menjadi karakter budaya masyarakat Jawa," kata Sugeng.

Pagelaran ini juga berhasil menarik perhatian publik dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan asing. Sepasang turis dari Prancis, Elliott dan Emma, mengaku tertarik menonton pagelaran wayang kulit setelah tak sengaja melihatnya.

Ini adalah pertama kalinya kami di sini, kami hanya lewat dalam perjalanan ke hotel, lalu melihat ada pertunjukan dan kami tertarik untuk menontonnya,” kata Elliott, yang menilai pertunjukan wayang sangat bagus dan menarik. 

Antusiasme juga ditunjukkan oleh masyarakat lokal. Warga Kalibanteng, Indah, mengaku datang karena mendapatkan informasi pagelaran dari siaran radio RRI dan ingin melestarikan budaya. 

Indah merasa khawatir seni tradisi ini akan "punah" jika tidak sering digelar dan diketahui generasi muda. "Penting [wayang kulit] untuk masa sekarang ini ya, buat anak-anak muda itu biar lebih tahu [budaya] lah," ucapnya. 

"Selamat Merayakan Hari Wayang Nasional, semoga dengan perayaan ini kita mengingat kembali komitmen bahwa kita tetap menjaga wayang sebagai Warisan Budaya Dunia dan menjadi karakter budaya masyarakat Jawa," kata Sugeng.