Prabowo: Pencak Silat Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Jati Diri Bangsa
- Apr 13, 2026
- INFO SIGAP
Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencak silat merupakan bagian penting dari identitas bangsa Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai olahraga, tetapi juga sarana pembentukan karakter.
Hal itu disampaikan Presiden saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa pencak silat mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan kepribadian bangsa.
“Pencak silat itu bagian dari budaya kita dan pencak silat itu bagian daripada ilmu kesatria,” ujar Presiden.
Ia menjelaskan bahwa seorang pendekar tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan mental, moral, dan spiritual.
“Ajaran guru-guru kita semakin berisi, semakin menunduk. Ilmu kita adalah demikian. Kerendahan hati, bukan kerendahan diri. Kita hormat, sopan, santun, itu adalah budaya kita. Kesatria, pendekar, selalu membela kebenaran, selalu membela yang lemah, selalu membela yang tertindas, selalu membela keadilan, selalu membela kebenaran,” tegasnya.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga kebanggaan terhadap budaya nasional di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kita bangga pakai teluk belanga, kita bangga pakai kopiah, kita bangga pakai sarung, kita bangga pakai songket. Ini budaya kita. Kau lihat sudah berapa Presiden, sebelum saya Presiden Jokowi, saya. Tiap hari kebangsaan kita pakai pakaian kita sendiri dari macam-macam daerah. Mungkin bulan ini atau tahun ini kita pakai dari daerah ini, kita gantian. Kita bangga dengan budaya kita sendiri,” jelasnya.
Menurutnya, kebanggaan terhadap budaya sendiri menjadi salah satu ciri bangsa yang besar dan berdaulat.
“Bangsa yang besar, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati, bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menilai IPSI memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian pencak silat sekaligus memperkuat karakter generasi bangsa.
Ia pun mengajak seluruh insan pencak silat untuk terus menjaga nilai-nilai luhur, memperkuat jati diri bangsa, serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia di tengah perubahan zaman.