Paguyuban Agni Bojonegoro Hadiri Perayaan Hari Keris Nasional 2026 Di Borobudur
- Apr 18, 2026
- INFO SIGAP
Paguyuban Agni Bojonegoro turut memeriahkan perayaan Hari Keris Nasional tahun 2026 yang diperingati secara khidmat dengan kirab pusaka Nusantara sebagai wujud pelestarian budaya yang dihadiri secara langsung Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, di kawasan wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Jum’at(17/4/2026).
Diketahui, Hari Keris Nasional ditetapkan pada 19 April untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Hal ini, merupakan hasil dari proses panjang sejak 2016 dan didukung oleh komunitas perkerisan. Sekaligus memberikan ruang khusus bagi keris dalam sejarah nasional, tanpa tumpang tindih dengan perayaan lai
Pencanangan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi dan mempromosikan keris sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO
Salah satu perwakilan dari Paguyuban Agni Bojonegoro yang dihubungi media kabarpasti.com, mengaku sangat bangga dapat mengikuti perayaan hari keris Nasional tahun 2026. Dari kegiatan tersebut, dirinya mendapatkan banyak hal tentang budaya Nusantara.
“Melalui kegiatan hari keris nasional ini, kami lebih banyak belajar dan mengerti khususnya tentang warisan budaya bangsa Indonesia,” katanya singkat.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon kembali menegaskan Keris merupakan salah satu dari 16 warisan budaya tak benda Indonesia yang diakui UNESCO. Bahkan, keris bukan sekadar senjata tradisional, melainkan simbol kebijaksanaan, seni, serta filosofi hidup masyarakat Nusantara.
“Dengan latar belakang budaya yang beragam, kita harus memastikan generasi mendatang memiliki kedekatan dengan akar budayanya. Pemahaman merupakan awal dari pelestarian,” tambahnya.
Menurutnya, Hari Keris Nasional harus diisi dengan kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda. Ia mendorong pemanfaatan media digital seperti podcast, dokumenter, diskusi, hingga pameran sebagai sarana literasi budaya yang sesuai dengan zaman.
Fadli Zon juga menyoroti peran keris dalam diplomasi budaya. Ia mencontohkan Presiden Prabowo Subianto yang kerap menghadiahkan keris kepada para pemimpin dunia sebagai simbol kehormatan dan jati diri bangsa Indonesia.
“Kekayaan budaya kita bukan hanya untuk dikenang, tapi juga untuk diperkenalkan ke dunia. Wayang, batik, tari, dan keris adalah aset kebudayaan yang juga bisa menjadi kekuatan diplomatik dan ekonomi,” jelasnya.
Selain memiliki nilai sejarah, Fadli menekankan bahwa budaya bisa menjadi sumber ekonomi kreatif. Pengembangan sektor ini diyakini dapat mendorong daya saing Indonesia secara global.
“Budaya bukan hanya warisan, tapi juga potensi ekonomi yang harus dikelola dengan baik. Ini bagian dari strategi pembangunan nasional yang berbasis kekuatan lokal,” ungkapnya.
Fadli Zon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan mempromosikan kebudayaan Indonesia. Ia juga memberikan apresiasi kepada komunitas seni dan organisasi budaya yang telah berperan aktif dalam pelestarian keris dan warisan budaya lainny