OPERASI TIMBANG DI KELURAHAN SATIMPO BONTANG TERTINGGI SEPANJANG SEJARAH MESKI BELUM 100%

  • May 10, 2025
  • INFO SIGAP

KIMINFOSIGAP - Operasi timbang serentak yang digelar Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang telah tuntas pada Sabtu (10/5/2025). Dari total target 10.104 anak yang tersebar di seluruh Bontang, sebanyak 10.032 anak berhasil diperiksa—capaian 99,29 persen. Namun, di balik angka fantastis itu, Kelurahan Satimpo mencatatkan cerita tersendiri  atimpo menjadi satu dari sedikit kelurahan yang belum mampu mencapai target 100 persen. Capaian timbang di Satimpo baru menyentuh angka 83,72 persen. Lurah Satimpo, Maryono, tak menampik hal tersebut. Ia justru menjelaskan panjang lebar mengapa Satimpo menjadi kelurahan dengan tantangan tersendiri dalam operasi timbang kali ini  Betul, karena banyak warga kami yang memang berada di luar daerah. Ada yang cuti, ada yang ikut dinas ke Balikpapan, ada yang di Jakarta, bahkan sampai luar negeri,” jelas Maryono, Minggu (11/5/2025) 

Maryono membeberkan, sebagian besar warga Satimpo yang belum sempat ditimbang berasal dari kompleks perumahan PT Badak NGL. Dari 25 RT yang ada di Satimpo, 20 RT merupakan wilayah perusahaan. Situasi inilah yang membuat proses pendataan dan pemeriksaan menjadi penuh tantangan.

“Ini sudah luar biasa. Rekor tertinggi sepanjang sejarah Satimpo. Biasanya capaian kami tidak pernah sampai 50 persen. Jadi angka 83,72 persen ini pencapaian besar,” kata Maryono bangga

Ia menambahkan, para kader dan petugas lapangan bekerja sangat keras. Mereka bahkan harus menelusuri rumah warga hingga pukul 22.00 Wita demi menemukan anak-anak yang harus ditimbang.

Dari data terakhir, tercatat ada 64 anak yang belum berhasil ditemukan dan diperiksa. Rata-rata mereka mengikuti orang tua yang tengah menjalani dinas atau penugasan perusahaan di luar daerah. Ada yang di Pertamina Jakarta, di Tangguh Bintuni Papua, di Cilacap, Balongan, dan bahkan di luar negeri seperti Timur Tengah dan Angola, Afrika.

“Ada juga yang hanya bapaknya tinggal di sini, sedangkan anak dan istri berada di kota lain. Ada yang sudah pensiun tapi masih ber-KTP Satimpo,” lanjut Maryono.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa proses pendataan dan koordinasi masih terus berjalan. Pihak kelurahan bersama kader kesehatan tetap berupaya menelusuri anak-anak yang belum terdata, meski berada di luar Bontang.

“Kami memerlukan pendekatan yang luar biasa. Tapi kami tidak menyerah. Kami terus koordinasi agar semua anak bisa tercatat dan diperiksa,” pungkas Maryono.