Mengulik Strategi Wali Kota Bontang Cegah Bullying di Sekolah
- Nov 19, 2025
- INFO SIGAP
Kekhawatiran terhadap maraknya bullying alias perundungan di sekolah membuat Pemerintah Kota Bontang bergerak cepat. Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan, perundungan bukan sekadar kenakalan remaja. Jika dibiarkan, dampaknya bisa menghancurkan mental anak.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Neni menyinggung kasus seorang pelajar SMA di Jakarta Utara yang merakit bom akibat tekanan psikologis dari bullying bertahun-tahun
Kejadian itu harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Bullying bisa berdampak besar, bukan hanya bagi korban, tapi juga lingkungan sekolah,” tegas Neni.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Bontang berencana memasang CCTV di sekolah. Neni menekankan, teknologi ini bukan untuk mengekang anak, tetapi memastikan lingkungan sekolah aman dan nyaman
“CCTV bisa membantu mengawasi aktivitas anak. Jika ada bullying, sekolah bisa langsung tahu siapa pelaku dan korbannya, sehingga penanganan bisa cepat,” jelasnya.
Dengan pengawasan lebih ketat, perilaku kekerasan di sekolah dapat dideteksi sejak dini, sebelum berkembang menjadi masalah besar.
Neni menambahkan, banyak kasus bullying yang berujung tindakan membahayakan muncul karena anak kehilangan kendali emosi akibat tekanan yang menumpuk. Hal ini sering diperparah paparan konten negatif di internet