Manfaatkan Teknologi, Soegijapranata Catholic University Lestarikan Wayang Kulit

  • Nov 23, 2025
  • INFO SIGAP

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Soegijapranata Catholic University (SCU) melestarikan seni dan budaya melalui inovasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Melalui hibah Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 dari Kemendiktisaintek, SCU menciptakan alat pengontrol suhu dan kelembaban yang mampu mencegah kerusakan wayang kulit di Sanggar Makutharama Boyolali.

Ketua Tim Pengabdian, Peter Ardhianto mengatakan, program berangkat dari tingginya tingkat kerusakan wayang kulit di Sanggar Seni Budaya Makutharama karena suhu dan cuaca. Kondisi ini menyebabkan wayang mudah berjamur pada musim hujan, serta menjadi kaku dan rapuh pada musim kemarau.

“Sanggar Seni Budaya Makutharama secara geografis berada pada kawasan bersuhu dingin dan kelembaban tinggi. Kondisi ini menyebabkan tingkat kerusakan wayang kulit di tersebut sangat tinggi,” kata Peter melalui siaran persnya, Jumat (21/11/2025)

Menurut dia, kerusakan yang terjadi akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan sanggar. Wayang kulit merupakan aset utama sanggar dalam menampilkan hiburan yang edukatif kepada masyarakat.

“Jika rusak, bukan hanya nilai estetikanya yang turun, tetapi juga menghambat proses edukasi dan ekonomi kreatif. Harga produksi wayang sangat tinggi, sehingga kerusakan satu aset saja dapat menjadi beban besar,” jelasnya

Sebagai solusi, tim SCU merancang sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis IoT. Perangkat ini dipasang pada kotak penyimpanan wayang dan bertugas mendeteksi perubahan lingkungan secara real-time 

Selain itu, sistem monitoring juga dapat diakses langsung melalui web-app di komputer maupun smartphone. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan ekonomi kreatif sanggar dan memperpanjang umur pakai wayang kulit melalui teknologi tepat guna.

“Teknologi menjadi jembatan penting dalam pelestarian budaya. Dengan monitoring yang tepat, kerusakan bisa dicegah sebelum terjadi,” katanya.

Pihaknya juga melakukan penyusunan panduan pemeliharaan wayang kulit yang mudah diterapkan serta peningkatan kapasitas mitra dalam merawat aset budaya. Saat ini, tim SCU tengah melakukan implementasi dan evaluasi sistem IoT, setelah melalui survei awal kondisi wayang dan pengujian alat.

“Program ini berlangsung selama September-Desember 2025, dengan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas alat sebelum diserahterimakan sepenuhnya kepada sanggar. Inovasi yang dihadirkan diharapkan memberikan harapan baru Sanggar Makutharama dalam menjaga asetnya agar tetap awet,” katanya