JUMPALITAN BUKU SEJARAH BONTANG: "MASYARAKAT UMUM JARANG YANG SPESIFIK CARI ITU
- Dec 11, 2025
- INFO SIGAP
- PENDIDIKAN
KIMINFOSIGAP - Sejarah panjang Kota Bontang belum pernah dibukukan secara komperhensif. Ini diungkapkan secara gamblang oleh seorang pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang. Kepada BEKESAH.co, ia meminta agar namanya tidak ditulis.
“Cerita sejarah yang biasa dibacakan saat HUT (Hari Ulang Tahun, Red.) Bontang itu belum dalam bentuk buku. Masih dokumen, kebanyakan ada di arsip,” ucapnya, Selasa (9/12/2025) kemarin.
Menurutnya, koleksi lokal di perpustakaan saat ini masih sebatas buku-buku tematik. Seperti Bontang Kuala dan Guntung di Kecamatan Bontang Utara, atau foto tempo dulu. “Yang seperti asal nama Bontang itu ada, tapi dalam bentuk dokumen. Untuk rilisnya, teman-teman arsip masih olah data,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembaca sejarah lokal kebanyakan berasal dari kalangan peneliti. “Yang sering itu biasanya dari Balai Bahasa atau peneliti. Bisa 3 sampai 4 hari cek dokumen. Kalau masyarakat umum jarang yang spesifik cari itu,” ungkapnya.
Berbeda dari lantai 2 yang sunyi, lantai 1 di Kantor DPK Kota Bontang tampak lebih hidup. Pelajar hingga mahasiswa datang silih berganti. Sebagian besar mengerjakan tugas dengan laptop pribadi. DPK Bota Bontang mencatat, setidaknya ada sekira 200 hingga 300 pengunjung per hari. "Tapi minat terhadap sejarah lokal Kota Bontang belum mendominasi," tutupnya.
Pernyataan sang pustakawan tentu saja bukan isapan jempol belaka. BEKESAH.co sempat mencoba mewawancarai salah satu pengunjung. Anissa Nurfadila namanya. Siswi kelas X Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Bontang. Dia mengatakan, tidak begitu terlalu tahu terhadap buku-buku sejarah. Pun dengan teman-temannya. Terlebih yang berkaitan dengan Kota Bontang.
Kedatangannya ke DPK Kota Bontang, bukan karena ingin mencari literasi mengenai Kota Bontang. Tapi untuk megerjakan tugas sekolah. Bahkan, ia menyatakan
jarang datang ke perpustakaan. “Untuk tahun ini, baru ini datang,” akunya, singkat. "Saya lebih nyaman kerjain tugas di rumah. Gabut. Jadi sambil ngerjain tugas di sini,” timpal Anissa
source berita : https://www.facebook.com/bekesah.dotco