EKSISTENSI KELURAHAN SATIMPO PADA AJANG NCF 2025 DI IBUKOTA NUSANTARA

  • May 31, 2025
  • INFO SIGAP

KIMINFOSIGAP - Bontang, 31 Mei 2025, Dalam semangat menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke panggung nasional, Kelurahan Satimpo bersama Sanggar Tari Sekar Arum Bontang tampil memukau di ajang Nusantara Culture Festival (NCF) 2025 yang digelar oleh Otorita Ibu Kota Nusantara melalui Kedeputian Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2025, bertempat di kawasan Plasa Seremoni dan area depan Istana IKN.

Sebagai bagian dari 33 peserta perwakilan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, Kelurahan Satimpo mendapat kehormatan khusus untuk tampil dalam festival ini. Undangan khusus diberikan oleh Otorita IKN sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Kelurahan Satimpo dalam menjaga eksistensi seni dan budaya melalui berbagai paguyuban yang terus aktif dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Sanggar Sekar Arum membawakan tari “Kuntul Perak Terbang Berarak”, sebuah pertunjukan berdurasi tiga menit yang memvisualisasikan keindahan burung kuntul yang terbang, hinggap, dan bermain di hamparan bakau—simbol eksotisme alam dan budaya Kota Taman Bontang. Lewat gerak yang lembut dan irama yang harmonis, tarian ini menyampaikan pesan kuat tentang pelestarian alam dan budaya sebagai tanggung jawab bersama.

Penampilan tersebut digelar pada Jumat, 30 Mei 2025, dan berhasil menarik perhatian para penonton serta tamu undangan dengan komposisi yang menggambarkan perpaduan antara kekayaan hayati pesisir dan semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Festival Budaya Nusantara 2025 tidak hanya menampilkan parade budaya dari berbagai daerah, tetapi juga menyuguhkan pertunjukan musik, marching band, serta bazar kuliner UMKM, yang semakin memeriahkan suasana dan menjadi wadah promosi bagi produk lokal.

Lurah Satimpo, dalam pernyataannya, menyampaikan rasa bangga atas partisipasi ini. “Kehadiran Kelurahan Satimpo di panggung nasional ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen kami dalam pelestarian budaya. Budaya bukan sekadar pertunjukan, melainkan identitas dan warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan ini, Kelurahan Satimpo berharap dapat menginspirasi daerah lain untuk terus menghidupkan seni budaya lokal, sekaligus memperkuat jejaring antarwilayah dalam membangun budaya Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.