DINKES BONTANG BEBERKAN HASIL OPERASI TIMBANG SERENTAK JILID II, UPAYA TEKAN ANGKA STUNTING

  • Nov 11, 2025
  • INFO SIGAP
  • DATA STUNTING

KIMINFOSIGAP - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang berhasil melaksanakan Operasi Timbang Serentak Jilid II di 15 kelurahan.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Kota Taman.

Kepala Dinkes Bontang, Bakhtiar Mabe, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kader posyandu yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Dia menegaskan, semangat para kader menjadi bagian penting dalam upaya bersama menurunkan angka stunting di Bontang.

“Ini merupakan wujud kerja keras seluruh kader posyandu dan berbagai pihak yang terlibat dalam mendukung program,” ujarnya, Senin 10 November 2025.

Bakhtiar menjelaskan, Operasi Timbang Serentak Jilid II merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang dilaksanakan pada Mei lalu.

Selain penimbangan, kegiatan ini juga dilakukan untuk mengetahui cakupan imunisasi yang belum diterima oleh balita.

Data yang dikumpulkan nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah intervensi kepada sasaran yang masuk dalam kategori stunting.

Berdasarkan data S-Gizi per September, tercatat sebanyak 1.496 balita di Bontang masuk dalam klasifikasi stunting.

“Tujuan utamanya adalah untuk memantau perkembangan kasus stunting di Bontang, khususnya bagi bayi yang lahir setelah bulan Mei. Ini penting untuk melihat potensi kasus stunting baru,” jelas Bakhtiar.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh balita di Bontang dapat dievaluasi tumbuh kembangnya, terutama bagi mereka yang belum sempat mengikuti penimbangan di posyandu.

Saya ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat. Semua harus dipantau pertumbuhannya sejak dini,” tegasnya.

Neni yang akrab disapa Bunda Neni juga mengapresiasi kerja para kader posyandu yang sigap dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Para kader tidak hanya melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan, tetapi juga mencatat hasil perkembangan anak-anak dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Selain itu, Pemkot Bontang bersama Dinkes akan melanjutkan program Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT) berdasarkan hasil evaluasi tahap kedua.

Seluruh kader posyandu juga akan mendapatkan pelatihan tambahan agar mampu melakukan pendampingan gizi secara lebih optimal.