Cuaca Tak Menentu Mulai Ganggu Pangan di Kaltim

  • May 08, 2026
  • INFO SIGAP

musim yang kian sulit diprediksi mulai memberi tekanan pada ketahanan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim). Perubahan cuaca tidak lagi sekadar berdampak pada hasil panen petani, tetapi juga mengganggu distribusi dan kestabilan pasokan pangan di daerah.

Situasi itu dibahas dalam talkshow NGAPEH yang disiarkan langsung TVRI Kalimantan Timur, Kamis (7/5/2026). Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Anaylia Dina Widyastuti, mengatakan perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi sektor pangan 

Menurut Dina, cuaca ekstrem dan pola musim yang berubah membuat produksi pangan makin rentan terganggu. Jika kondisi itu terus terjadi tanpa langkah adaptasi, ketergantungan masyarakat pada satu komoditas pangan dinilai bisa menjadi persoalan baru.

“Diversifikasi pangan penting untuk kita dorong bersama. Kaltim memiliki banyak potensi pangan lokal yang bisa dimanfaatkan, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas,” kata Dina.

Isu ketergantungan pada beras menjadi salah satu sorotan dalam diskusi tersebut. Di tengah ancaman perubahan iklim, pemerintah daerah mulai mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif konsumsi masyarakat sekaligus upaya menjaga ketahanan pangan jangka panjang.

Kaltim dinilai memiliki sumber pangan lokal yang cukup beragam, namun belum sepenuhnya menjadi pilihan utama masyarakat. Padahal, diversifikasi pangan disebut dapat membantu daerah lebih siap menghadapi gangguan produksi maupun distribusi akibat cuaca ekstrem.

Selain produksi, distribusi pangan juga disebut menjadi tantangan tersendiri. Dina mengatakan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil pertanian, tetapi juga kemampuan menjaga pasokan tetap tersedia dan terjangkau di masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana distribusi berjalan baik dan masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelola pangan secara bijak,” ujarnya.

Pemprov Kaltim melalui DPTPH disebut terus melakukan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pangan, termasuk memastikan distribusi pasokan tetap berjalan di tengah perubahan cuaca yang semakin tidak menentu.

Talkshow tersebut juga menghadirkan Ketua Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia Region Kaltim, Akas Pinaringan Syaulu. Diskusi dipandu pewawancara Gita Indriani dan Clara Claudya dengan fokus pada kesiapan daerah menghadapi ancaman perubahan iklim terhadap sektor pangan