CERITA VIRAL EKS KARYAWATI DAN PEMILIK SALON MEHAIR BONTANG: MEMBANTAH SEMUA PERNYATAAN MAULINI
- Dec 12, 2025
- INFO SIGAP
- INSIDEN/ KEJADIAN
KIMINFOSIGAP - Upaya melakukan konfirmasi kepada Veni Puspita Wijayanti, owner Salon Mehair, dilakukan BEKESAH.co, Jumat (12/12/2025) hari ini. Melalui sambungan telepon via WhatsApp, ia mengklarifikasi pelbagai hal selama 24 menit. Pertama, Veni membantah jika ia pernah memaksa karyawan masuk bekerja ketika sedang sakit. Ia mengatakan, selama beberapa bulan sebelum pemecatan, Maulini (24) --eks karyawati Salon Mehair-- sering izin mendadak. Pun beberapa kali keterangannya tidak lengkap. Menurutnya, kondisi tersebut membuat penyesuaian jadwal kerja menjadi sulit. Sebab karyawati lain harus menggantikan shift secara tiba-tiba.
“Kalau karyawan sakit, tentu kami tidak memaksa bekerja. Tapi yang sulit itu ketika izinnya mendadak, jadi anak-anak yang lain kelimpungan gantiin,” keluhnya.
Veni menyatakan, ada beberapa surat keterangan sakit yang dikirimkan Maulini dalam kondisi sudah lewat dari jam kerja. Hal ini dianggap menyulitkan tim dalam memastikan kehadiran dan pembagian jadwal.
Terkait kontrak, Veni menegaskan jika Salon Mehair tidak pernah melakukan perubahan sepihak. Menurutnya, seluruh kontrak dibacakan dan dijelaskan sebelum tanda tangan. Termasuk pilihan durasi kontrak yang dapat dipilih. Ia menyebut, beberapa karyawati dapat memilih kontrak 6 bulan atau 1 tahun. Tergantung program pelatihan yang difasilitasi pihak salon.
“Kontrak itu dibacakan. Dia juga membaca. Kalau mau durasi yang berbeda, bisa dipilih. Pelatihannya itu kan tidak murah. Rp3juta sampai Rp4 juta, dan itu sudah kami tanggung,” jelasnya.
Veni menerangkan, penalti Rp5 juta memang tercantum dalam kontrak. Tetapi hanya berlaku jika karyawan mengundurkan diri secara sepihak. Lantaran Maulini dikeluarkan, ia memastikan tidak ada penalti yang dikenakan. “Kalau resign sendiri memang kena penalti, tapi dia itu kan dikeluarkan. Jadi tidak ada kewajiban seperti itu,” terangnya.
Terkait unggahan foto Maulini yang menjadi viral, Veni menyampaikan jika postingan itu dibuat bukan untuk mempermalukan. Melainkan sebagai peringatan kedisiplinan diinternal. Apalagi, seragam yang dikenakan Maulini selama bekerja di Salon Mehair belum dikembalikan. Ia menguraikan, bahwa unggahan tersebut dibuat karena merasa tidak mendapatkan kejelasan dari Maulini setelah pemecatannya.
“Tujuannya itu hanya supaya ada efek jera, supaya yang lain disiplin. Saya cuma mau menanyakan seragam juga. Bukan untuk mempermalukan,” tegasnya.
Saat BEKESAH.co menyinggung mengenai komunikasi bernada kasar yang diterima Maulini melalui pesan singkat WhatsApp sebelumnya --termasuk ketika Maulini mengirimkan foto dirinya dalam keadaan sakit-- VenI tidak membantah. Ia memang sempat melontarkan komentar bernada meremehkan kondisi kesehatan Maulini. Ia mengaku ucapannya tersebut keluar dalam kondisi emosi karena kesal menghadapi izin mendadak yang berulang-ulang.
Veni merasa situasi tersebut membuatnya lelah karena harus menghadapi banyak persoalan internal dalam waktu yang sama. “Saya juga manusia. Saya juga capek menghadapi hal seperti itu dari berbulan-bulan,” tandasnya.Ketika BEKESAH.co menanyakan kebenaran Veni telah membuat laporan ke kepolisian terkait persoalan ini dan dasar laporan tersebut, Veni sempat terdiam beberapa saat dan tidak memberikan jawaban. Pada menit 24:15, sebelum ada jawaban lebih lanjut, sambungan telepon BEKESAH.co diputus sepihak oleh Veni