CERITA PASUTRI "SCAVENGER" DI TPS 3R SATIMPO: TIDAK PERLU KELILING MENCARI SAMPAH
- Aug 18, 2025
- INFO SIGAP
KIMINFOSIGAP - BEKESAH.co, Bontang - Kedua tangan mereka tampak sibuk memilah sesuatu. Di antara tumpukan sampah, fokus mereka hanya satu; plastik. Setelah menemukan yang diinginkan, benda itu kemudian dimasukkan dalam karung goni.
Aktivitas Azis (30) dan Limas Putri (30) di TPS 3R Kelurahan Satimpo, sepintas laiknya scavenger; organisme penting dalam kehidupan yang mengkonsumsi hewan dan tumbuhan mati. Bedanya, mereka mencari dan memilah sampah-sampah yang punya nilai ekonomis.
Keberadaan pasangan suami istri (pasutri) ini dalam ekosistem sampah di sana, memang penting. Sebab, di TPS 3R milik Kelurahan Satimpo di Jalan Kamboja inilah, sampah diminimalisir semaksimal mungkin sebelum dipindahkan ke TPA.
Nyaris saban hari mereka mencari sampah plastik di TPS 3R yang hanya selemparan batu dengan lokasi makam Kelurahan Satimpo tersebut. "Sudah dari setahun yang lalu di sini (TPS 3R, Red.), sebelumnya kerja di toko bangunan tapi berhenti. Akhirnya cari penghasilan di sini," jelas Aziz, kepada Bekesah.co, Senin (18/8/2025) hari ini
Aziz mengaku sangat beruntung karena tidak perlu berkeliling untuk mencari sampah di pelbagai tempat. Di sini, ia justru diperbolehkan mengambil sampah di TPS 3R. Nantinya, sampah-sampah plastik yang berhasil dikumpulkan, akan dijual ke pengepul.
"Biasanya kalau 1 karung gini dihargain Rp20 ribu, paling beratnya sekitar 3 kilo lah. Kami biasanya sehari dapat Rp100 ribu, paling banyak itu sampai Rp150 ribu," terang ayah 3 anak ini.
Hal senada juga diungkapkan sang istri, Limas Putri. Dia menyatakan, sampah-sampah yang dapat diambil hanyalah sampah anorganik. Terutama botol plastik maupun kaleng. Untuk sampah organik, dia dan para pemulung di sana mengumpulkannya di samping TPS 3R untuk dijadikan kompos. "Kalau biasanya kami ngambil cuma botol plastik sama kaleng aja, kalau ada yang bahannya kaca itu beda karung ngumpulinnya. Soalnya beda pengepul juga. Biasanya kalau yang kaca itu satunya Rp2 ribu," akunya.
Meski tinggal di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, keduanya mengaku TPS 3R di Kelurahan Satimpo ini selalu jadi pilihan mengais rezeki. Tidak seperti pekerjaan pada umumnya, mereka berdua tidak memiliki jam kerja yang pasti untuk mengambil sampah di sana. "Biasanya dari pagi sudah di sini, pulang sekitar siang atau sore. Tergantung capeknya, kadang sampai subuh juga pernah," tutur Limas Putri.
DIIZINKAN LURAH SATIMPO
Kehadiran para pemulung seperti Azis dan Limas Putri di TPS 3R Kelurahan Satimpo, memang mendapat restu dari pihak kelurahan. Hal ini disampaikan langsung oleh Maryono, Lurah Satimpo. "Mereka ini sudah ada seperti semacam MoU (Memorandum of Undertanding, Red.) dengan pihak KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat, Red.) di sini. Jadi memang kami persilakan untuk mengambil sampah disini," ucap Maryono kepada Bekesah.co.
"Kalau di Satimpo ini kan sudah tidak ada lagi tong sampah yang di pinggir jalan.Jadi sistem pengambilan sampahnya secara door to door. Nah, mereka yang sebelumnya biasa keliling untuk cari sampah kan juga kesulitan. Makanya kami persilakan untuk mengambil di TPS-3R ini sekaligus juga bisa mengurangi total sampah yang tertumpuk di sini," tambahnya.
Pemulung yang berada di TPS-3R Kelurahan Satimpo ini, juga memiliki shift kerja masing-masing. Hal ini juga dipaparkan oleh Maryono. "Jadi di sini itu ada 3 shift, mulai dari pagi hingga malam. Itupun mereka sendiri yang bagi. Jadi TPS 3R ini tidak pernah sepi oleh mereka," tutup Maryono. (*)
source berita: https://bekesah.co/cerita-pasutri-scavenger-di-tps-3r-satimpo-tidak-perlu-keliling-mencari-sampah?fbclid=IwY2xjawNAOoZleHRuA2FlbQIxMQABHr6UelRDZJcTx71__dn0zzdatkLiv7Gv3deSDbBnRHw7sYtkLNKWg4xZ3HQv_aem_qlWWWSYrvUzBkZyCNnA5xw