BUTUH UANG PECAHAN BARU? BI BALIKPAPAN SIAPKAN Rp1,77 TRILIUN JELANG NATARU
- Dec 25, 2025
- INFO SIGAP
KIMINFOSIGAP - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Balikpapan menyiapkan uang kartal dalam jumlah besar. Totalnya mencapai Rp1,77 triliun.
Dana itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Wilayah layanan meliputi Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser.
umlah uang kartal yang disiapkan meningkat dibanding tahun lalu. Kenaikannya sekitar delapan persen dari periode Nataru 2024.
Peningkatan ini dipicu beberapa faktor. Transaksi tunai cenderung naik menjelang libur panjang. Aktivitas ekonomi daerah juga masih bergerak stabil hingga akhir tahun.
Untuk memudahkan masyarakat, BI membuka layanan penukaran uang di sejumlah titik. Di Balikpapan, tersedia empat lokasi penukaran resmi.
Sementara di PPU dan Paser, layanan penukaran dilakukan melalui bank-bank yang beroperasi di masing-masing daerah.
Tak hanya itu, BI Balikpapan juga menghadirkan layanan kas keliling. Menjelang Nataru, layanan ini digelar di dua rumah ibadah di Balikpapan.
Kas keliling membawa modal kerja Rp1 miliar. Ratusan warga memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan uang pecahan baru.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan layanan tersebut dirancang agar masyarakat lebih mudah mengakses uang tunai.
“Warga tidak perlu datang langsung ke kantor BI. Kami mendekatkan layanan ke tempat-tempat yang mudah dijangkau,” ujarnya.
Selain di Balikpapan, BI memastikan kas titipan di Kabupaten Paser tetap beroperasi. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang kartal selama puncak libur akhir tahun.
Secara keseluruhan, peredaran uang tunai dari kas BI Balikpapan sepanjang 2025 diperkirakan mencapai Rp7,92 triliun. Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya.
Penurunan terjadi seiring meningkatnya transaksi non-tunai. Masyarakat kian terbiasa menggunakan pembayaran digital.
Aliran uang masuk ke BI Balikpapan juga diproyeksikan sekitar Rp3,5 triliun. Nilainya lebih rendah dibanding 2024.
Salah satu pemicunya adalah semakin luasnya penggunaan QRIS dalam transaksi harian. Mulai dari pasar, toko, hingga layanan publik.
Meski demikian, kebutuhan uang tunai belum sepenuhnya tergantikan. Pada momen hari besar keagamaan dan libur nasional, permintaan uang kartal tetap meningkat.
Pola ini terjadi hampir setiap tahun. Terutama saat Lebaran dan Natal–Tahun Baru.
Di tengah tingginya peredaran uang, BI Balikpapan juga mengingatkan masyarakat untuk waspada. Masyarakat diminta mengenali ciri keaslian rupiah.
BI terus mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Tujuannya agar masyarakat menggunakan uang secara bijak, mengenali keasliannya, dan menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.