Buaya Mati Mengapung di Sungai Api-Api
- Jun 03, 2026
- INFO SIGAP
Warga RT 39 Gang Barokah, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, digegerkan dengan penemuan seekor buaya dalam kondisi mati di aliran sungai setempat, Rabu (3/6/2026).
Bangkai reptil tersebut pertama kali ditemukan warga yang kemudian melaporkannya kepada Ketua RT sebelum diteruskan ke pihak Kelurahan Api-Api.
Lurah Api-Api, Fachrizal, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang untuk melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Informasinya dari warga, kemudian dilaporkan ke Ketua RT dan diteruskan ke kelurahan,” ujar Fachrizal saat dikonfirmasi.
Menurut Fachrizal, hingga saat ini penyebab kematian buaya tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan kondisi fisiknya, diduga bangkai buaya itu telah hanyut dan sudah mati lebih dari satu hari sebelum ditemukan warga.
“Penyebabnya belum diketahui. Tapi sepertinya hanyut. Kemungkinan sudah mati lebih dari sehari karena sudah mengeluarkan bau yang menyengat dan kulitnya juga mulai terkelupas,” jelasnya.
Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama karena kondisi bangkai yang sudah membusuk sehingga menimbulkan bau menyengat, licin, dan cukup berat saat dipindahkan.
Kendala utama saat evakuasi karena kondisi bangkai sudah membusuk. Selain baunya menyengat, bangkai juga licin dan cukup berat. Lokasinya di sungai juga membuat proses penarikan dan pengangkutan lebih sulit,” tambahnya.
Setelah berhasil dievakuasi, bangkai buaya tersebut langsung dibawa oleh petugas DLH untuk penanganan lebih lanjut. Pihak kelurahan belum mengetahui secara pasti lokasi pembuangan atau penguburan bangkai tersebut karena seluruh proses selanjutnya ditangani oleh DLH.
Penemuan ini sempat menjadi perhatian warga sekitar mengingat ukuran buaya yang cukup besar, serta kondisi bangkai yang sudah membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap di lingkungan sekitar sungai.