BENTANG SEJARAH KAMPUNG TANJUNG LAUT BONTANG: 23 TAHUN H.HABIBON JADI KEPALA KAMPUNG
- Dec 17, 2025
- INFO SIGAP
KIMINFOSIGAP - Kedatangan H. Habibon dan rombongan dianggap berhasil merintis perkampungan baru di Bontang. Maka di 1957, rombongan keluarga lain kemudian tiba. Mereka adalah H. Taher, Hadida, Pua Tobunga, Baakel dan lainnya.
"Informasi diperoleh dari pak Ridwan (H. M. Ridwan Habibon, Lurah Tanjung Laut periode 1991 hingga 2003 sekaligus putra H. Habibon, Red.) berdasarkan informasi tertulis dari pak Hasir, salah seorang tokoh Mandar Mamuju yang dahulu menjabat sebagai Mantri Pertanian di sana," kata Sri Murlianti, akademisi sekaligus penulis buku "Sejarah Perkembangan Pelabuhan Tanjung Laut",
Mereka kemudian ditempatkan di Rapak Saranai --Pisangan dan Stadion Bessai Berinta sekarang-- untuk membuka perkampungan dan areal persawahan. Tanah di sana dianggap cocok tempat menanam padi Maka tidak heran, pada 1965, wilayah ini dikenal sebagai lumbung padinya Bontang.
Lazimnya seseorang merasakan tempat baru yang bisa memberikan kehidupan, ia akan mengajak saudara atau kerabat lain. Hal ini berlaku juga bagi rombongan yang datang sekitar medio 1958 hingga 1959. Antara lain Nande, Masyahuri, Ambe Saenong, H. Saidung, Dadeng, Hamansya dan lainnya. Anggota rombongan ini, kemudian ditempatkan di lokasi sekitar Budong-Budong --sekarang jadi Kantor camat Bontang Selatan.
Sebagai ketua rombongan saat itu, H. Habibon sangat memahami perkembangan lokasi di Tanjung Laut. Ketika rombongan lain datang di 1960 --seperti keluarga H. Pua Edy, Batto, Obeng, Ame, H. Topapo dan lainnya-- rombongan ini ditempatkan di lokasi Desa Gunung Sari. Di sana mereka membuka hutan dan mendirikan tempat bermukim.
Ternyata migrasi, dari Pulau Sulawesi terus mengalir. Di 1962, rombongan yang datang antara lain Pua Ruskia, Pua Syukur, Mubarak, H. Haposar, Pua Onte, Ambe Toisa, H. Tosina, Karim, H, Torapa dan lainnya. Mereka ditempatkan di Kampung Berbas Ulu dan kebanyakan bekerja sebagai nelayan, tukang dan lainnya.
Selanjutnya di 1963, rombongan yang datang adalah H. Kulaing, Pua Tosaling, Andi Nassalissi, Ba’duali dan lainnya. Mereka ditempatkan di lokasi Berbas Pantai dan mereka bekerja sebagai nelayan.
Pasca kedatangannya bersama masyarakat lain dari Mandar, H. Habibon diangkat secara langsung sebagai ketua adat dan kampung. Lantaran Tanjung Laut berada di tepi pantai, wajar jika pertumbuhan penduduk di sana cukup masif. Pun dengn aktivitasnya.
Maka pada 1962, dibentuklah sebuah lembaga pemerintah kampung yang dianggap mampu mengakomodir kegiatan masyarakat. Pemerintahan tersebut adalah pemerintahan kampung Tanjung Laut dengan kepala kampungnya H. Habibon dan pada 1973 berubah menjadi Desa Tanjung Laut.
"Jadi dapat dikatakan yang bertindak sebagai kepala kampung Tanjung Laut adalah H. Habibon. Beliau menjabat selama 23 tahun (1957 sampai 1980, Red.). Jika dilihat cukup panjang masa pengabdian beliau. Hal ini terjadi karena beliau dianggap mampu dan bijak dalam memimpin kampung. Beliau disenangi serta disegani oleh setiap warganya," ujar Sri.
ebagai informasi, H. Habibon meninggal dunia pada 15 Mei 2002 di Desa Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. Ia dianggap sebagai sebagai salah seorang tokoh masyarakat. Tak hanya di Tanjung Laut. Tapi juga di Bontang. Maka tidak heran jika namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan. Yaitu Jalan H. Habibon.
Sesuai dengan perkembangan, pada 21 Januari 1960, berdasarkan UU No. 2/1959, dalam Sidang istimewa DPRD Istimewa Kutai, maka sistem Kesultanan Kutai dihapuskan dan sebagai gantinya dibentuk Kabupaten Daerah Tk II Kutai yang meliputi 30 kecamatan. Salah satu kecamatannya adalah Bontang. Kantornya di Bontang Baru.
Wilayah administrasinya meliputi beberapa desa. Yaitu Bontang, Tanjung Laut, Santan Ilir, Santan Tengah, Santan Ulu, Sangata, Sepaso, Tabayan Lembab, Tepian Langsat, dan lainnya.Pada awal perkembangan administrasi pemerintahan, Kecamatan Bontang membawahi Desa Bontang Kuala dan Desa Tanjung Laut dan berdasarkan pada PP 22/1989, Kecamatan Bontang disetujui menjadi Kota administrasi dan diresmikan pada 16 Mei 1990 oleh Mendagri, Rudini. Selanjutnya Kecamatan Bontang dikembangkan menjadi dua. Yaitu Kecamatan Bontang Utara --Desa Bontang Kuala-- dan Kecamatan Bontang Selatan --Desa Tanjung Laut.
Sebagai sebuah kecamatan, Bontang Selatan membawahi lima desa. Seperti Desa Tanjung Laut yang dipimpin H. M. Ridwan Habibon, Desa Berbas Tengah yang dipimpin Maksum Sila, Desa Berbas Pantai yang dipimpin H. Sudirman R, Desa Satimpo yang dipimpin H. Abdul Rasyid Ali, dan Desa Sekambing yang dipimpin H. A. Tang HS.
Sebelumpemekaran, DesaTanjungLaut dikepalai oleh H. Habibon. Ia merupakan ayah kandung dari H. M. Ridwan Habibon, Lurah Tanjung Laut periode 1991 hingga 2003. Pada 7 Oktober 1990, dilakukan pemilihan kepala desa. San putra terpilih dan dipercaya oleh masyarakat setempat. H. M. Ridwan Habibon kemudian dilantik oleh Bupati Tk II Kutai pada 5 Maret 1991 oleh H. Said Sjafran --Bupati Kutai yang menjabat dari 1989 hingga 1994