BENARKAH BONTANG BERPOTENSI TERKENA BENCANA?

  • Dec 12, 2025
  • INFO SIGAP
  • BENCANA ALAM

KIMINFOSIGAP - Dua pernyataan penting disampaikan Wakil Walikota Bontang dan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bontang Eko Mashudi. Saat Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana di Auditorium Gedung 3 Dimensi, Jalan Awang Long, Kamis (11/12/2025) kemarin, keduanya mengungkap sejumlah informasi mengejutkan.

Kota Bontang selama ini dikenal sebagai wilayah yang relatif aman dari bencana seperti gempa. Tapi ternyata, situasi itu telah berubah. Perkembangan terbaru menunjukkan adanya potensi pergeseran aktivitas kegempaan yang mulai merambah Kalimantan Timur (Kaltim). ​“Potensi bencana itu nyata. Dulu kita ini dibilang aman dari gempa, tapi sekarang sudah masuk zona pergeseran. Mau tidak mau, kita harus siap,” ujar Agus Haris.Selain gempa, tantangan besar Kota Bontang datang dari wilayah laut. Apalagi mengingat sekitar 70 persen dari total luas kota adalah perairan. Agus Haris menyoroti perubahan fungsi kawasan pesisir dan menyempitnya ruang resapan air sebagai pemicu risiko bencana. ​“BPBD harus punya kajian tertulis. Sebab, wilayah pesisir kita banyak sekali berubah. Area yang dulu tempat resapan, sekarang sudah jadi rumah. Ini harus dihitung sebagai potensi bencana,” ucapnya.

​Ia mengatakan, Kota Bontang yang secara geografis berbentuk cekungan. Dengan daratan hanya sekitar 30 persen, membuat daya tampung air semakin terbatas. Kondisi ini diperparah dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan permukiman berbahan beton yang mengurangi area serapan. ​“Daratan kita cuma 30 persen. Penduduk bertambah, rumah-rumah banyak dari beton. Jelas, ruang tampungan air makin sempit,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi, menyatakan jika Indonesia merupakan negara rawan bencana peringkat 2 di dunia. Oleh karena itu, kemampuan evakuasi mandiri dan menolong sesama menjadi kompetensi wajib bagi generasi muda.

“Kami menargetkan sosialisasi kebencanaan ini dapat menjangkau 80 persen warga Kota Bontang. Penanganan bencana tidak bisa parsial, butuh kolaborasi seluruh pihak termasuk pelajar,” ulasnya.

Dari penelusuran BEKESAH.co melalui sumber terbuka dan resmi, pernyataan Agus Haris dan Eko Mashudi bukan isapan jempol belaka. Potensi itu tercatat dalam World Risk Report (WRR) dan analisis BNPB pusat. Kota Bontang yang menjadi bagian dari Indonesia secara umum, berada di lokasi Cincin Api Pasifik dan pertemuan tiga lempeng tektonik. Hal ini menjadikan Kota Bontang juga rentan terhadap dampak dari gempa bumi, tsunami, gunung berapi, banjir, dan cuaca ekstrem.