48 MENIT DATA STUNTING ITU DITELUSURI: PERTARUHKAN NAMA BAIK BONTANG DI PROVINSI
- Nov 06, 2025
- INFO SIGAP
- DATA STUNTING
KIMINFOSIGAP - Persentase stunting di Bontang Lestari mengalami kenaikan siginifikan. Dari 22,5 persen per September 2025, menjadi 29,5 persen per Oktober 2025. Bahkan jika ditilik lebih jauh, pada Mei 2025 lalu jumlah stunting di sana ada 147 balita. Lalu di Oktober ini menjadi 149 balita. Informasi tersebut terungkap saat Walikota Bontang Neni Moerniaeni memimpin rapat koordinasi via Zoom Meeting, Selasa (4/11/2025), sebelum Timbang Serentak Jilid II dilakukan.
Awalnya terkesan simpang siur. Seorang petugas laki-laki di Posyandu Bontang Lestari, sempat menyatakan jumlah bayi yang ditimbang sebanyak 593. Dari jumlah itu, persentase stuntingnya 22,5 persen. Namun ternyata, informasi itu merupakan data September 2025. Ketika penelusuran dilakukan Neni, petugas lain di Bontang Lestari kemudian mencoba memaparkan. Di titik inilah, barul diketahui jika penderita stunting di sana mencapai 149 balita. Atau mengalami kenaikan dengan persentase sebanyak 29,5 persen dari 505 balita yang ditimbang. "Kinerja jelek. Bontang Lestari kinerja jelek," tegasnya, dengan intonasi suara tinggi.
Sebelumnya, Neni menelisik data stunting terkini dari pelbagai sumber. Dalam rapat koordinasi itu, data-data tersebut kemudian dikonfrontir langsung. Mulai dari posyandu di 15 kelurahan, hingga OPD terkait. Dari koordinasi itulah, diketahui persentase stunting di Bontang turun 17,4 persen. Angka ini merujuk pada Operasi Timbang. Sayangnya dalam komunikasi virtual itu, tidak digambarkan persentase stunting sebelumnya. Lalu, berdasarkan statistik yang diserahkan kepada Pemprov Kaltim, persentasenya mencapai 20 persen.

Ketika HUT Kota Bontang ke-26, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, menyampaikan apresiasi langsung untuk Bontang kepada Neni atas keberhasilan penurunan stunting. Bontang, lanjutnya, disebut gubernur menjadi kota paling signifikan dalam penurunan stunting di Kaltim. Di mana, persentase penurunannya mencapai 7 persen. "Beliau minta Bontang bisa bikin best practices supaya bisa ditiru oleh kabupaten kota lainnya," jelasnya. "Nah ini penentuan ya. Penentuan nanti bagaimana sistem kita, cara kita menurunkan stunting, mungkin best practicesnya seperti apa, nanti kita bisa sampaikan kepada kabupaten kota lainnya, itu yang diminta oleh bapak gubernur kemarin," timpal Neni. Dalam pembicaraan itu, gubernur juga meminta Neni untuk menyampaikan ini secara langsung kepada seluruh kabupaten/kota di Kaltim. "Itu nanti pada waktu pertemuan stunting tingkat provinsi. Oleh karena itu ini penentuan kita nih, turun atau enggak," terangnya.
Di sini kita lihat kelurahan apa yang penurunan stuntingnya cukup signifikan, atau stagnan saja. Ini bisa kita lihat nanti," imbuh Neni. Disamping itu, dia kemudian menggarisbawahi, jika balita yang masuk kategori stunting adalah usia 0 hingga 2 tahun. "Kalau lewat dari 2 tahun itu, kita tidak bicara lagi stunting," bebernya. "Nah ini harus tahu. Puskesmas harus tahu, kelurahan harus tahu, bicara stunting itu sampai usia 2 tahun. Jadi kalau anak-anak yang lebih dari 2 tahun itu, kita tidak bicara stunting. Jadi golden age seperti itu ya," tambah Neni.
source berita: https://bekesah.co/48-menit-data-stunting-itu-ditelusuri-pertaruhan-nama-baik-bontang-di-provinsi?fbclid=IwY2xjawN5FBFleHRuA2FlbQIxMABicmlkETFWaGFYYjBRWUNyZnB5WWNTc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHh22W39MdHLA3sDBJHsL1IAkDAlygo8PyKR9SmtJq7eceMoQ-s0ymBrFs_Mz_aem_3K5lX9E44r36WElprxBwlQ